Rabu, 29 April 2009

SBY Vs Koalisi Besar

Setiap hari kita disuguhkan informasi seputar pemilhan presiden lewat tv, koran, internet dilengkapi dengan analisa pengamat. Yang paling santer diberitakan adalah isu siapa pasangan capres. Saat yang hampir bersamaan partai-partai politik besar maupun menengah menggelar pertemuan nasional salah satunya untuk membahas cawapres.

Di kubu Mega lebih cocok jika dipasangkan dengan Prabowo karena keduanya memiliki platform yang sama yakni beroposisi terhadap calon incumbent SBY. Sedangkan dengan JK akan menyulitkan kubu sendiri bila ingin menyerang kelemahan pemerintahan SBY. Di kubu Cikeas SBY lebih cocok jika menggandeng Hatta Rajasa dibanding Hidayat N Wahid karena SBY lebih dekat dan nyaman dengan Hatta selama di kabinet. Tapi hambatannya adalah DPP PAN kurang menyukai sikap Hatta yang berseberangan dengan garis partai. Begitu juga halnya dengan Soetrisno Bachir sendiri selaku Ketua Umum PAN pasti juga punya kepentingan lain yang selama ini sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk partai.

Dengan HNW sama saja memberi ruang membesarkan calon kompetitor demokrat di 2014 nanti. Tapi PKS masih punya posisi tawar yang lebih tinggi dari perolehan suara partai lain seperti PAN dan PKB. Yang paling menarik adalah siapa calon JK yang akan diambil sebelum tanggal 3 Mei 2009 kalau dianalisa yang paling dekat adalah Wiranto atau Prabowo. Dengan dua orang ini apakah akan terjalin kesepakatan koalisi besar, bagaimana dengan Megawati sendiri apakah ia rela atau terpaksa mundur. Ataukah akhirnya tidak akan pernah tercapai koalisi besar yang ada Megawati akan maju berpasangan dengan Prabowo. Dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi bila tidak ingin menemui jalan buntu. Karena politik akan menemukan jalannya sendiri.

Tentu urusan koalisi siapa memilih siapa tidaklah mudah, kita cukup dipusingkan dengan berbagai manuver para elite politik apakah mereka betul memikirkan rakyat atau hanya untuk kepentingannya saja. Patut terus disimak.

Tidak ada komentar: